Tahun Baru, Semangat Baru, Pendataan Posyandu pun Baru.
Ketika ada tawaran siapa yang mau jadi kader baru untuk membantu ibu ketua mengurus posyandu maka saya mengajukan diri. Hehehe. Saya pikir akan menyenangkan menyibukkan diri diluar urusan rumah.
Padahal waktu itu saya belum terpikir nih, nanti Ilma yang momong siapa ya. Ilma kan lengket seperti perangko dengan saya. Kalau diajak pasti akan rewel. Pikir nanti saja lah. Hehe.
Selain itu saya belum pernah ikut posyandu atau menjadi kader posyandu. Tapi ah, ini pengalaman baru, patut dicoba.
Sayangnya pada hari H penimbangan bulan November saya malah keluar kota. Seharusnya itu menjadi momen pertama saya. Sedangkan pada Desember saya hanya datang sebentar lalu pulang karena Ilma rewel.
Meski dua kali tidak ikut membantu pada saat penimbangan, namun di luar itu saya telah berdiskusi dengan kader lain tentang pembenahan beberapa hal terkait posyandu. Termasuk bahwa kami harus nginduk ke posyandu perumahan sebelah.
Posyandu ini sebenarnya sudah berjalan sejak Mei 2016. Namun karena perumahan kami belum dibentuk RT dan masih berbentuk paguyuban, maka kami harus nginduk ke posyandu perumahan sebelah. Supaya balita di perumahan kami terdaftar secara resmi dan bisa mendapat fasilitas posyandu seperti obat cacing, vitamin A, dan lainnya.
Baru Desember kemarin kami secara resmi bergabung ke posyandu perumahan sebelah. Dengan menyetor data balita beserta hasil timbangannya.
Termasuk juga membenahi pencatatan data balita. Ini sangat sangat sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Saya ambil meja kecil milik Ilham, saya pegang pulpen, penggaris, dan berhadapan dengan buku batik besar serta berlembar-lembar folio. Serasa bernostalgia kembali ke masa lalu, masa kerja dulu.
Kangen boleh kan ya? Kangen nulis-nulis, kangen duduk di belakang meja, kangen bolak balik kertas. Hehe.
Mulailah saya mengerjakan PR saya pada malam minggu kemarin. Mulai menulis data 31 balita yang berisi : nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, nama lengkap ayah dan ibu, dan alamatnya.
Karena tidak terbiasa menulis maka tangan saya menjadi lelah dengan cepat. Sedih kalau harus menulis 'y' 'g' dan huruf lain yang melengkung. Selain hurufnya jadi jelek, jari pun kaku. Hehe.
Data balita itu hanya dibuat sekali untuk pegangan pengurus. Jika balita sudah lulus ya tinggal dicoret, jika ada balita baru maka tinggal menambahkan data di bawahnya.
Dilanjutkan dengan membuat pencatatan keuangan posyandu yang nantinya akan diisi setiap bulannya.
Yang terakhir dan paling seru adalah membuat kertas catatan hasil penimbangan setiap bulan untuk masing-masing anak. Harus gunting-gunting kertas dan garis menggaris.
Jadi setiap anak punya satu kertas folio yang sudah dibagi 4 (sementara pakai itu dulu, lain kali ijin bu ketua minta uang kas nya untuk beli kertas yang lebih tebal, maka bisa disebut sebagai "kartu").
Satu kertas itu berisi nama, tgl lahir, alamat, dan nomor urutnya dalam daftar data balita di atas.
Di bawahnya berisi kolom bulan (Januari hingga Desember 2017), berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan keterangan (apakah naik atau turun berat badannya). Jadi masing-masing anak akan mudah dipantau perkembangannya karena mereka punya catatan sendiri-sendiri. Punya kertas yang terpisah dari lainnya.
Saya hanya mencontoh model pencatatan seperti di atas dari neneknya Ilham, yang sepuluh tahun lebih menjadi kader posyandu. Hasilnya pencatatan menjadi lebih rapi dan jelas. Karena untuk menunjukkan keseriusan menjalankan kegiatan apapun harus dimulai dengan pencatatan yang rapi.
Minggu pagi tadi sudah dilaksanakan penimbangan, syukurlah berjalan dengan lancar. Ditambah dua kader posyandu perumahan sebelah yang untuk pertama kalinya datang memantau dan melakukan pencatatan.
Harapan saya posyandu ini kelak semakin memberikan manfaat untuk kami semua.
Ketika ada tawaran siapa yang mau jadi kader baru untuk membantu ibu ketua mengurus posyandu maka saya mengajukan diri. Hehehe. Saya pikir akan menyenangkan menyibukkan diri diluar urusan rumah.
Padahal waktu itu saya belum terpikir nih, nanti Ilma yang momong siapa ya. Ilma kan lengket seperti perangko dengan saya. Kalau diajak pasti akan rewel. Pikir nanti saja lah. Hehe.
Selain itu saya belum pernah ikut posyandu atau menjadi kader posyandu. Tapi ah, ini pengalaman baru, patut dicoba.
Sayangnya pada hari H penimbangan bulan November saya malah keluar kota. Seharusnya itu menjadi momen pertama saya. Sedangkan pada Desember saya hanya datang sebentar lalu pulang karena Ilma rewel.
Meski dua kali tidak ikut membantu pada saat penimbangan, namun di luar itu saya telah berdiskusi dengan kader lain tentang pembenahan beberapa hal terkait posyandu. Termasuk bahwa kami harus nginduk ke posyandu perumahan sebelah.
Posyandu ini sebenarnya sudah berjalan sejak Mei 2016. Namun karena perumahan kami belum dibentuk RT dan masih berbentuk paguyuban, maka kami harus nginduk ke posyandu perumahan sebelah. Supaya balita di perumahan kami terdaftar secara resmi dan bisa mendapat fasilitas posyandu seperti obat cacing, vitamin A, dan lainnya.
Baru Desember kemarin kami secara resmi bergabung ke posyandu perumahan sebelah. Dengan menyetor data balita beserta hasil timbangannya.
Termasuk juga membenahi pencatatan data balita. Ini sangat sangat sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Saya ambil meja kecil milik Ilham, saya pegang pulpen, penggaris, dan berhadapan dengan buku batik besar serta berlembar-lembar folio. Serasa bernostalgia kembali ke masa lalu, masa kerja dulu.
Kangen boleh kan ya? Kangen nulis-nulis, kangen duduk di belakang meja, kangen bolak balik kertas. Hehe.
Mulailah saya mengerjakan PR saya pada malam minggu kemarin. Mulai menulis data 31 balita yang berisi : nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, nama lengkap ayah dan ibu, dan alamatnya.
Karena tidak terbiasa menulis maka tangan saya menjadi lelah dengan cepat. Sedih kalau harus menulis 'y' 'g' dan huruf lain yang melengkung. Selain hurufnya jadi jelek, jari pun kaku. Hehe.
Data balita itu hanya dibuat sekali untuk pegangan pengurus. Jika balita sudah lulus ya tinggal dicoret, jika ada balita baru maka tinggal menambahkan data di bawahnya.
Dilanjutkan dengan membuat pencatatan keuangan posyandu yang nantinya akan diisi setiap bulannya.
Yang terakhir dan paling seru adalah membuat kertas catatan hasil penimbangan setiap bulan untuk masing-masing anak. Harus gunting-gunting kertas dan garis menggaris.
Jadi setiap anak punya satu kertas folio yang sudah dibagi 4 (sementara pakai itu dulu, lain kali ijin bu ketua minta uang kas nya untuk beli kertas yang lebih tebal, maka bisa disebut sebagai "kartu").
Satu kertas itu berisi nama, tgl lahir, alamat, dan nomor urutnya dalam daftar data balita di atas.
Di bawahnya berisi kolom bulan (Januari hingga Desember 2017), berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan keterangan (apakah naik atau turun berat badannya). Jadi masing-masing anak akan mudah dipantau perkembangannya karena mereka punya catatan sendiri-sendiri. Punya kertas yang terpisah dari lainnya.
Saya hanya mencontoh model pencatatan seperti di atas dari neneknya Ilham, yang sepuluh tahun lebih menjadi kader posyandu. Hasilnya pencatatan menjadi lebih rapi dan jelas. Karena untuk menunjukkan keseriusan menjalankan kegiatan apapun harus dimulai dengan pencatatan yang rapi.
Minggu pagi tadi sudah dilaksanakan penimbangan, syukurlah berjalan dengan lancar. Ditambah dua kader posyandu perumahan sebelah yang untuk pertama kalinya datang memantau dan melakukan pencatatan.
Harapan saya posyandu ini kelak semakin memberikan manfaat untuk kami semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar